Judul Buku : Metodologi Studi Islam
Penulis : Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A.
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
TahunTerbit :
CetakanKe-21 Juni 2014
Jumlah Halaman: 482 hlm
ISBN : 979-421-706-9
Presensi : Abd. Malik
Mempelajari Islam hal secara
mendalam merupakan hal yang paling penting pada di zaman mutakhir ini, setelah
kehadiran buku yang di tulis Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. yang mengungkapkan
secara penjang lebar mengenai berbagai aspek pendekatan, hubungan serta
karakteristik ajaran Islam hingga pada misi ajaran Islam. Dengan adanya agama
Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Diyakini dapat menjamin terwudnya
kehiduapan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Di dalamnya terdapat
berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu manyikapi hidup dan
kehiduapan ini secara lebih bermakna.
Dewasa ini kehadiran agama
semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalam memecahkan berbagai
masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi
lambang kesalehan atau berhenti sekadar disampaikan dalam khatbah, melainkan secara
konseptual menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.
Islam agama yang terakhir diantara sekalian agama besar di dunia yang semuanya
merupakan kekuatan raksasa yang menggerakkan revolusi dunia, dan mengubah nasib
sekalian bangsa, selain itu, Islam bukan saja agama yang terakhir melainkan
agama yang melingkupi segala-galanya dan mencakup sekalian agama yang datang
sebelumnya.
Tuntutan terhadap agama
yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak
menggunakan pendekatan teologis normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang
menggunakan pendekatan lain, secara operasional
konseptual, dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.
Dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan disekitar
permasalahan apakah studi islam dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu
pengetahuan, mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan
agama berbeda. Pembahasan di sekitar permasalahan ini banyak dikemukakan oleh para pemikir islam
belakangan ini. Amin Abdullah, misalnya mengatakan jika penyelenggaraan dan penyampaian Islamic Studies atau Dirasah
Islamiyahhanya mendengarkan dakwah keagamaan di dalam kelas, lalu apa
bedanya dengan kegiatan pengajian dan dakwah yang sudah ramai diselenggarkan di
luar bangku kuliah? Meresponi sinyalemen tersebut, menurut Amin Abdullah,
pangkal tolak kesulitan pengembangan scopewilayah kajian Islamic
Studiesatau Dirasah Islamiyah berakar pada kesukaran seorang
agamawan untuk membedakan antar normartivitas dan historisitas. Pada dataran
normativitas kelihatan Islam kurang pas untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu,
sedangkan untuk dataran historitas tampaknya tidaklah salah.(hlm. 150)
Dengan demikian dengan
banyaknya sekelumit pengkajian Islam, diharapkan akan membantu sumber daya
manusia, tidak hanya perkembangan zaman yang menjadi pegangan setiap hari.
Menurut penulis dari sekian 24 Bab ini mengungkapkan metode yang praktis yang dapat
di pelajari siapa saja, baik dikalangan mahasiswa maupun bagi mereka yang masih
duduk di bangku SMP, SMA/Sederajat.
Pada edisi ini lebih
banyak pembahasan yang sudah ditambah oleh penulisnya, di edisi revisi ini
selain memuat topik-topik kajian studi islam sebagaimana tersebut di atas, juga
di tambah dengan tiga topik pembahasan yang baru, yaitu misi Ajaran Islam,
posisi Islam di antara agama-agama di dunia, serta islamisasi ilmu pengetahuan
yang masing-masing diletakkan pada Bab ke-7,8 dan 23.
Terdapat
sejumlah argumentasi yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa misi ajaran
Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Argumentsi tersebut dapat
dikemukakan sebagai berikut:pertama, untuk menunjukkan bahwa Islam
sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari pengertian Islam itu sendiri. Kata
Islam makna aslinya masuk dalam perdamaian, dan orang muslim ialah orang yang damai dengan Allah dan damai
dengan manusia. Damai denagan Allah artinya berserah diri sepenuhnya kepada
kehedak-Nya, dan damai dengan manusia bukan saja berarti menyingkiri berbuat
jahat dan sewenag-wenang kepada sesamanya, melainkan pula ia berbuat baik
kepada sesamanya,kedua, misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat dapat
dilihat dari peran yang dimainkan Islam dalam menangani berbagai problematika
agama, sosial ekonomi, politik , hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya.
Dari sejak kelahirannya lima belas abad yang lalu Islam senantiasa hadir
memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas. (hlm. 97-99)
Kenyataan bahwa Islam kini
menampilkan realitas yang lebih ideal, menurut penulis dalam buku ini,
disebabkan karena pemahaman atau kualitas keagamaan umat yang masih rendah atau
keliru dalam mendalami Islam. Hal ini dilakukan pula karena pengajaran studi
Islam yamg ada selam ini hanya diarahkan pada terciptanya para lulusan yang
dapat menghafal ajaran agama, tetapa tidak mampu mengembangkannya. Buku ini
selain akan memcoba membawa pembaca untuk memiliki wawasan yang utuh dan
integral tentang Islam, juga dapat mengembangkannya. Untuk itu masalah metode
dan pendekatan dalam seluruh aspek ajaran Islam dikemukakan dalam buku ini.
Untuk menjawab
permasalahan di atas, buku Metodologi Studi Islam ini memberikan pengetahuan
kepada kita (terutama mahasiswa dan peneliti yang sedang mendalami studi Islam)
untuk memahami Islam dengan pendekatan yang komprehensif, melalui penerapan
metode dan teknik studi Islam yang aplikatif.
Bagi yang ingin mendalami tentang
agama Islam, secara mendasar, buku ini bisa dijadikan salah satu referensi utama
dan mendasar. Pemaparan yang mendalam dan disertai dengan kutipan-kutipan ahli lain
sangat mempermudah kita untuk mempelajari pendekatan dan sejarah lebih lanjut.
Hal ini merupakan kelebihan buku ini yang mungkin tidak akan ditemukan pada buku-buku
lainnya. Cara pembahasan yang gamblang dan penyajian yang menarik, menjadikan buku
ini sangat asik dan menyenangkan untuk dibaca.(*)
.jpg)