Selasa, 12 Agustus 2025

Mempelajari Islam dari Berbagai Aspek

 

Judul Buku    : Metodologi Studi Islam

Penulis            : Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A.

Penerbit         : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

TahunTerbit  : CetakanKe-21 Juni 2014

Jumlah           Halaman: 482 hlm

ISBN               : 979-421-706-9

Presensi         : Abd. Malik

Mempelajari Islam hal secara mendalam merupakan hal yang paling penting pada di zaman mutakhir ini, setelah kehadiran buku yang di tulis Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. yang mengungkapkan secara penjang lebar mengenai berbagai aspek pendekatan, hubungan serta karakteristik ajaran Islam hingga pada misi ajaran Islam. Dengan adanya agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Diyakini dapat menjamin terwudnya kehiduapan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Di dalamnya terdapat berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu manyikapi hidup dan kehiduapan ini secara lebih bermakna.

Dewasa ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekadar disampaikan dalam khatbah, melainkan secara konseptual menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah. Islam agama yang terakhir diantara sekalian agama besar di dunia yang semuanya merupakan kekuatan raksasa yang menggerakkan revolusi dunia, dan mengubah nasib sekalian bangsa, selain itu, Islam bukan saja agama yang terakhir melainkan agama yang melingkupi segala-galanya dan mencakup sekalian agama yang datang sebelumnya.

Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan teologis normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain, secara operasional  konseptual, dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.

            Dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan disekitar permasalahan apakah studi islam dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan, mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan agama berbeda. Pembahasan di sekitar permasalahan ini  banyak dikemukakan oleh para pemikir islam belakangan ini. Amin Abdullah, misalnya mengatakan jika penyelenggaraan  dan penyampaian Islamic Studies atau Dirasah Islamiyahhanya mendengarkan dakwah keagamaan di dalam kelas, lalu apa bedanya dengan kegiatan pengajian dan dakwah yang sudah ramai diselenggarkan di luar bangku kuliah? Meresponi sinyalemen tersebut, menurut Amin Abdullah, pangkal tolak kesulitan pengembangan scopewilayah kajian Islamic Studiesatau Dirasah Islamiyah berakar pada kesukaran seorang agamawan untuk membedakan antar normartivitas dan historisitas. Pada dataran normativitas kelihatan Islam kurang pas untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, sedangkan untuk dataran historitas tampaknya tidaklah salah.(hlm. 150)

Dengan demikian dengan banyaknya sekelumit pengkajian Islam, diharapkan akan membantu sumber daya manusia, tidak hanya perkembangan zaman yang menjadi pegangan setiap hari. Menurut penulis dari sekian 24 Bab ini mengungkapkan metode yang praktis yang dapat di pelajari siapa saja, baik dikalangan mahasiswa maupun bagi mereka yang masih duduk di bangku SMP, SMA/Sederajat.

Pada edisi ini lebih banyak pembahasan yang sudah ditambah oleh penulisnya, di edisi revisi ini selain memuat topik-topik kajian studi islam sebagaimana tersebut di atas, juga di tambah dengan tiga topik pembahasan yang baru, yaitu misi Ajaran Islam, posisi Islam di antara agama-agama di dunia, serta islamisasi ilmu pengetahuan yang masing-masing diletakkan pada Bab ke-7,8 dan 23.

            Terdapat sejumlah argumentasi yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Argumentsi tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:pertama, untuk menunjukkan bahwa Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari pengertian Islam itu sendiri. Kata Islam makna aslinya masuk dalam perdamaian, dan orang muslim ialah  orang yang damai dengan Allah dan damai dengan manusia. Damai denagan Allah artinya berserah diri sepenuhnya kepada kehedak-Nya, dan damai dengan manusia bukan saja berarti menyingkiri berbuat jahat dan sewenag-wenang kepada sesamanya, melainkan pula ia berbuat baik kepada sesamanya,kedua, misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari peran yang dimainkan Islam dalam menangani berbagai problematika agama, sosial ekonomi, politik , hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya. Dari sejak kelahirannya lima belas abad yang lalu Islam senantiasa hadir memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas. (hlm. 97-99)

Kenyataan bahwa Islam kini menampilkan realitas yang lebih ideal, menurut penulis dalam buku ini, disebabkan karena pemahaman atau kualitas keagamaan umat yang masih rendah atau keliru dalam mendalami Islam. Hal ini dilakukan pula karena pengajaran studi Islam yamg ada selam ini hanya diarahkan pada terciptanya para lulusan yang dapat menghafal ajaran agama, tetapa tidak mampu mengembangkannya. Buku ini selain akan memcoba membawa pembaca untuk memiliki wawasan yang utuh dan integral tentang Islam, juga dapat mengembangkannya. Untuk itu masalah metode dan pendekatan dalam seluruh aspek ajaran Islam dikemukakan dalam buku ini.

Untuk menjawab permasalahan di atas, buku Metodologi Studi Islam ini memberikan pengetahuan kepada kita (terutama mahasiswa dan peneliti yang sedang mendalami studi Islam) untuk memahami Islam dengan pendekatan yang komprehensif, melalui penerapan metode dan teknik studi Islam yang aplikatif.

Bagi yang ingin mendalami tentang agama Islam, secara mendasar, buku ini bisa dijadikan salah satu referensi utama dan mendasar. Pemaparan yang mendalam dan disertai dengan kutipan-kutipan ahli lain sangat mempermudah kita untuk mempelajari pendekatan dan sejarah lebih lanjut. Hal ini merupakan kelebihan buku ini yang mungkin tidak akan ditemukan pada buku-buku lainnya. Cara pembahasan yang gamblang dan penyajian yang menarik, menjadikan buku ini sangat asik dan menyenangkan untuk dibaca.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puasa dari Lapar, Tapi Tidak dari Scroll

Bulan Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Masjid menjadi lebih ramai, suara tadarus Al-Qur’an terdengar hampir di setiap sud...